Menjaga Kesehatan Anak
Oleh: Nurlatifah, Akp.
1. Pendahuluan
Anak
atau buah hati adalah titipan dari Allah swt, dan kita wajib merawat, mendidik
dan memberikan perhatian dalam banyak aspek, termasuk kesehatannya, baik
kesehatan saat ia dalam masa kehamilan, maupun pasca kelahirannya. Banyak kaum
ibu yang beranggapan bahwa menjaga kesehatan anak dimulai setelah proses melahirkannya,
ini adalah anggapan yang kurang tepat. Seorang ibu yang baik justru sudah mulai
menjaga kesehatan diri dan anaknya sedari awal masa kehamilan. Bahkan pola
sehat itu seharusnya sudah mulai ibu terapkan saat ia mulai membuat program
kehamilan. Faktanya, bayi yang sehat dilahirkan dari ibu yang sehat juga.
Banyak
bayi yang terlahir dengan kondisi kesehatan yang memprihatinkan karena sang ibu
yang tidak memperhatikan asupan dan gizi yang dibutuhkan bayi saat ia berada
dalam kandungan ibu.Kurangnya pemahaman ibu terhadap pentingnya menjaga
kesehatan inilah yang pada akhirnya membuat anak-anaknya mengalami kondisi
kesehatan yang memprihatinkan, mudah terserang penyakit, dan pada akhirnya
selalu langganan ke rumah sakit atau dokter spesialis anak.Padahal seharusnya
ibu adalah dokter pertama bagi keluarga dan anak-anaknya.
Data
Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2010, Litbang Depatemen Kesehatan
Republik Indonesia (www.riskesdas.litbang.depkes.go.id) menunjukkan masalah
gizi masih merupakan masalah nasional. Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas)
tahun 2010 menemukan dari total balita 21.760.200 terdapat: 35,6% anak balita
pendek (stunting), 17,9 % gizi kurang, 13,3% balita kurus, dan 14% kelebihan
gizi (overweight & obesitas) sebesar 14%. Masalah gizi lain adalah kurang
vitamin A, Anemia besi selanjutnya prevalensi menurun untuk anak usia 2 sampai
5 tahun. Berbagai hasil penelitian menunjukkan kekurangan gizi pada usia dini
berdampak pada terganggunya tumbuh kembang, rendahnya kemampuan kognitif yang
tercermin dari IQ, rendahnya kematangan sosial pada saat usia sekolah yang ditunjukan
dengan rendahnya perhatian. Kemampuan belajar dan pencapaian prestasi di
sekolah (Martorell, 1995). Disisi lain imunitas tubuh anak juga rendah sehingga
lebih rentan terhadap serangan penyakit infeksi. masalah gizi tidak saja
berdampak jangka pendek tapi berbekas sampai masa depan. Gizi kurang dan buruk
tidak hanya meningkatkan resiko morbiditas dan mortalitas prenatal dan bayi
tapi juga mempengaruhi pertumbuhan fisik jangka panjang, perkembangan kognitif,
kapasitas belajar, prestasi sekolah dan prestasi kerja dimasa depan (Mora dan
Nestel, 2000).
Usia
0-6 tahun usia emas tumbuh kembang sehingga anak harus dijaga untuk tidak
mengalami gangguan tumbuh kembang. Kenyataan menunjukan prevalensi gizi kurang
justru tinggi pada usia kritis ini. Terdapat beberapa alasan mengapa anak usia
dini justru rentan terhadap masalah gizi kurang dibanding paska umur enam tahun
:
• Kebutuhan gizi per kilogram berat badan pada
anak usia dini lebih besar
dibandingkan
dengan kebutuhan gizi setelah masa tersebut.
• Anak usia 0-6 tahun selalu aktif, bergerak
dan bermain sehingga kebutuhan untuk aktifitas ini juga tinggi.
• Aktifitas, keinginan bereksplorasi dan
keingintahuannya yang tinggi menyebabkan anak usia dini menjadi mudah tekena
infeksi
• Masalah sulit makan banyak terjadi pada
rentang usia ini.
• Anak-anak memerlukan kata-kata lembut dan
sentuhan-sentuhan penuh kasih sayang.
• Anak usia ini sangat senang mengkonsumsi
makanan jajanan.
• Anak usia dini beresiko tinggi terkena
paparan kontaminan.
Jaminan
dan perlindungan Gizi dan Kesehatan bagi setiap anak Indonesia terdapat
beberapa pasal pada Undang-Undang No 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak
yang mengamanatkan masalah gizi dan kesehatan sebagai Hak Anak. Gizi dan
kesehatan merupakan prasyarat penting dalam keberhasilan Pendidikan Anak Usia
dini mengingat:
• Zat gizi merupakan Bahan Pembentuk otak dan
organ lain yang berhubungan dengan perkembangan anak.
• Zat gizi diperlukan sebagai neurotransmitter.
• Zat gizi berperan dalam pembentukan imunitas
anak.
• Kesehatan merupakan garansi bagi kelansungan
proses Pendidikan Anak Usia Dini.
Semoga
tulisan sederhana ini memberikan manfaat untuk kaum ibu dan calon ibu, aamiin.
2. Seimbangkan Pola Makan
Anak Sejak Dini
1. Mpasi Usia 6 bulan
Saat
usia bayi 6 bulan, pada minggu pertama khususdiberikan variasi dari saripati buah
manis yangdiblender/juicer.
Saat
usia bayi 6 bulan, pada minggu kedua khusus diberikan variasi sayuran non karbo seperti kentang dan umbi-umbian.
Saat
usia bayi 6bulan,pada minggu ke-3 dan ke-4 bisa mulai divariasikan antara buah
dan sayur, contoh: jeruk dan wortel, perbandingannya 2 jeruk manis+ setengah
wortel ukuran sedang.
Catatan:
-
Tetap diutamakan pemberian asi ekslusive per 3 jam
-
Kenalkan anak dengan asupan cair menyerupai Asi
- Mengenalkan
anak pada satu jenis setiap makanan (buah dan sayur),ini akan memudahkan anak untuk
menyukai makanan sehat dan alami sejak
dini, contoh:jus jeruk manis padahari pertama, jus wortel pada hari kedua, dan
seterusnya.
- Selama
masa Mpasi, perhatikan rutinitas fesesnya setiap harinya. Jika dalam satu hari
itu anak ada pub dan tidak banyak keluhan setelah pemberian buah dan sayuran
cair diatas bisa dilanjutkan ke menu berikutnya, namun bila bayi ada keluhan
seperti alergi,mencret,susah pub, maka
bisa kita coba memberikan buah yang lain, lalu kita ulangi menu yang sebelumnya
kita berikan dihari berikutnya.
- Pemberian Mpasi pada tahap ini usahakan tidak mencampurkan makanan dengan gula,garam dan aneka perasa tambahan lainnya. Jadi kita murni memberikan saripati dari buah-buahan dan sayuran saja. Untuk perasa tambahan seperti gula dan garam baru akan dikenalkan saat bayi menginjak usia 1 tahun. Sedangkan untuk komponen karbohidrat bisa dikenalkan pada bayi saat usia 7 bulan, begitu juga untuk protein nabati, sedangkan untuk protein hewani, bisa mulai diberikan saat bayi berusia 8bulan.
- Suatu hal yang sering terjadi saatperiode awal pemberian Mpasi pada bayi, biasanya bayi tidak terlalu makan lahap, bahkan ada yang cenderung menolak dan malas-malasan,ibu tidak perlu panik dan khawatir, tetap semangat dan berikan Mpasi secara perlahan, sedikit demi sedikit terus dirangsang, usahakan dalam sehari berikan dua kali Mpasi, insya Allah lambat laun bayi ibu akan terbiasa.
- Pemberian Mpasi pada tahap ini usahakan tidak mencampurkan makanan dengan gula,garam dan aneka perasa tambahan lainnya. Jadi kita murni memberikan saripati dari buah-buahan dan sayuran saja. Untuk perasa tambahan seperti gula dan garam baru akan dikenalkan saat bayi menginjak usia 1 tahun. Sedangkan untuk komponen karbohidrat bisa dikenalkan pada bayi saat usia 7 bulan, begitu juga untuk protein nabati, sedangkan untuk protein hewani, bisa mulai diberikan saat bayi berusia 8bulan.
- Suatu hal yang sering terjadi saatperiode awal pemberian Mpasi pada bayi, biasanya bayi tidak terlalu makan lahap, bahkan ada yang cenderung menolak dan malas-malasan,ibu tidak perlu panik dan khawatir, tetap semangat dan berikan Mpasi secara perlahan, sedikit demi sedikit terus dirangsang, usahakan dalam sehari berikan dua kali Mpasi, insya Allah lambat laun bayi ibu akan terbiasa.
Contoh
variasi menu:
Dibawah
ini adalah contoh menu yang bisa divariasikan selama sepekan:
- Jus
alpukat 75 ml/hari.
- Jus
jeruk manis.
- Jus
khuh manis.
- Jus
kurma 5butir.
- Pisang
manis tanpa biji.
- Apel
merah rebus(usahakan masukan apel setelah air mendidih).
- Jus
wortel.
-
Jus melon tidak dicampur air.
Catatan:
- Ada beberapa jenis Buah yang belum boleh dikenalkan pada bayi, meskipun usianya sudah memasuki masa Mpasi, diantaranya adalah: semangka,anggur,strawberry,kiwi,barquq, belewah dan tomat.
- Ada beberapa jenis Buah yang belum boleh dikenalkan pada bayi, meskipun usianya sudah memasuki masa Mpasi, diantaranya adalah: semangka,anggur,strawberry,kiwi,barquq, belewah dan tomat.
- Jenis
buah yg tidak banyak kandungan airnya boleh ditambahkan air 30 ml disetiap
blender.
2.
Mpasi 7 bulan
Tahapan
Mpasi selanjutnya adalah saat bayi memasuki usia tujuh bulan, pada tahap ini
ibu akan coba mengenalkan komponen karbohidrat dan protein nabati.
Saat
usia bayi 7 bulan, pada minggu pertama dan kedua bisa diberikan menu:
-
Kentang
direbus dan dihaluskan.
-
Umbi
direbus dan dihaluskan.
-
Nasi
dibuat bubur tim.
-
Kacang
hijau dibuat bubur.
-
Kacang
adas dibuat bubur.
-
Jagung
dan kacang polong direbus dan dihaluskan.
-
Saat
usia bayi 7 bulan, pada minggu ketiga dan keempat, ibu mulai mencampurkan
karbohidrat dengan protein nabati, contoh:nasi tim + kacang polong + wortel
cingcang.
3.
Mpasi 8 bulan
Pada
tahapan ini ibu coba untuk mengenalkan protein hewani. Protein hewani dapat ibu
dapatkan antara lain dari daging sapi, daging ayam, hati ayam, hati sapi,
beragam ikan, udang dan lain-lain.
Catatan :
-
Protein
hewani usakan dimix dengan sayuran.
-
protein
hewani dimasak matang dan dipotong halus dan kecil,karna pada masa ini bayi
sudah mulai belajar mengunyah, potongan halus dan kecil akan memudahkan bayi
untuk mengunyah sehingga memperlancar proses penyerapan dan pencernaan bayi.
4.
Mpasi 9 -12 bulan
Pada
tahapan ini bayi sudah mulai boleh dikenalkanpenambah rasa dari makanannya,
seperti gula dan garam, juga mulai ibu kita kenalkan bumbu masak dalam makanan
seperti merica,kunyit,bawang putih,bawang merah,jahe dan lainnya.Kenalkan jenis
perasa dan bumbu tadi sedikit demi sedikit agar bayi tidak kaget.
Pada
tahap ini bayi juga boleh kita kenalkan pada makanan ringan seperti biscuit
gandum/roti tawar gandum, jelly tanpa gula, boleh ditambahkan madu sebagai
pemanis dan pengganti gula.
5.
Usia 1-5 Tahun
Untuk
tahapan ini kita sebagai ibu mempersiapkan untuk masa Golden Age dengan tahapan penyeimbangan makanan.
Pemberian
asupan bayi pada tahap ini sudah mulai ibu kenalkan beberapa suplement seperti
madu,spirulina,habbasauda,susu full cream,zabadi atau
yogurt,yansun,carawiyah,najmu yansun dan lainnya.
Snack
boleh dikenalkan seperti bolu, puding dan kue-kue ringan lainnya. Yang perlu
ibu perhatikan adalah komposisi bahan makanan tersebut. jika ibu membaca
diantara ingredient makanan tersebut
terkandung aspartam, pemanis buatan, bahan pengawet, bahan penyedap, bahan
pengenyal dan sejenisnya maka lebih baik ibu hindari dan carilah alternatif makanan
sehat lainnya.
2. Menjaga Kebersihan Anak
1.
Kesehatan Gigi dan mulut
• Mulai dikenalkan pada masa tumbuhnya gigi
untuk bayi 5-8 bulan boleh memakai infant
finger brush.
• Membiasakan anak gosok gigi 2xsehari.
• Memilih pasta gigi dan sikat gigi yang aman
untuk anak.
• Mengajarkan berkumur kumur selepas makan.
• Mengelap mulut setelah makan dengan tisu atau
kain bersih.
2.
Tangan dan kuku
• Membiasakan memotong kuku anak per 3 hari
sekali untuk bayi.
• Untuk anak diatas 1 tahun 2 x seminggu.
• Membiasakan memberikan lotion atau baby oil
setelah membersihkan kuku.
• Mengajarkan mencuci tangan setelah
bermain,sebelum makan dan sesudah makan.
3.
Anggota badan
• Mandi 2x dalam sehari ketika musim panas.
• Mandi 3x dalam seminggu ketika musim dingin
menggunakan air hangat.
• Gunakan sampho, sabun, sikat gigi dan pasta
gigi khusus untuk anak.
4.
Pakaian
• Saat proses mencuci pakaian pilihlah deterjen
yang khusus untuk pakaian anak.
• Hindari penggunaan cairan pemutih karena
biasanya memiliki bahan kimia yang sangat kuat sekali, bahan kimia tersebut
dapat membahayakan kulit anak.
• Pisahkan pakaian anak dari pakaian orang
dewasa.
• Sebelum mencuci pakaian bayi, bersihkan
kotoran-kotoran pada baju dengan menggunakan air yang mengalir.
• Pisahkan baju berdasarkan warna dan level
kotornya, cuci ditempat terpisah.
• Baju balita harus dibilas 2-3 kali, hingga
benar-benar bersih dari sabun/deterjen.
• Gunakan pelembut baju khusus pakaian
anak/bayi.
• Keringkan baju balita Anda dengan
menjemurnya. Usahakan menjemur baju langsung dibawah sinar matahari, karena
sinar matahari membantu menghilangkan kuman-kuman. Setelah kering, setrika baju
agar lebih nyaman.
5.
Menjaga kebersihan lingkungan
• Usahakan untuk mengganti suhu ruangan kamar
dengan membuka jendela di pagi hari sekitar 10 menit antara jam 11.00 sampai
jam 13.00, terutama pada musim dingin.
• Menghindari ruangan dengan suhu lembab.
• Mencuci mainan anak secara berkala 1bulan
sekali.
• Memberikan tempat tertutup untuk mainan anak.
• Menjaga kebersihan tempat makan dan minum.
• Mengganti gelas plastik secara berkala.
• Mencuci dan merendam dengan air hangat tempat
makan atau minum anak yg mengandung bahan sillicon.
3. PENUTUP
1. KESIMPULAN
1. Pemenuhan gizi balita dapat dilihat dari
karakteristik anak itu sendiri.
2. Pola makan anak pada masa pertumbuhan sangat
dipengaruhi dari kebiasaan yang dilakukan oleh ibu pada masa Mpasi, maka
berikanlah asupan yang baik dan seimbang pada tahap Mpasi.
3. Pemberian asupan zat makanan seperti zat
tenaga, zat pembangun, dan zat pengatur sangat diperlukan bagi balita.
4. Pengeluarannya asupan makanan harus ada
keseimbangan sehingga diperoleh status gizi yang baik.
5. Menu makanan yang baik dan seimbang, seperti
4 sehat 5 sempurna sangat mempengaruhi kesehatan dan kecerdasan bagi otaknya.
6. Faktor yang mempengaruhi status nutrisi untuk
balita yaitu serat makan dan kemudahan dalam mencerna makanan dari sumber
makanan yang ia makan, vitamin serta pengaruh obat yang diminum dan faktor
endokrin dan emosional.
2. SARAN
1. Pengetahuan ibu harus luas, terus
menggaliilmu tentang anak dan memahami perubahan karakternya.
2. Sebaiknya seorang ibu harus bisa mengatur/memilah-milah
makanan untuk balita.
3. Ibu yang baik akan memberikan asupan pada
anaknya sesuai dengan tahapan usia dan tumbuh kembangnya.
4. Berikan anak makanan yang baik dan seimbang,
mengandung 4 sehat 5 sempurna karena sangat baik untuk pertumbuhan anak.
5. Jangan lupa untuk memberikan suplemen tambahan
untuk merangsang pertumbuhan dan kecerdasan otaknya.
6. Hindari makanan dan jajanan warung untuk
anak-anak, karena kita tidak tahu kualitas dari bahan-bahan yang disajikan,
bila ibu terpaksa harus membeli makanan dan jajanan warung, pastikan kebersihan
dan kesegaran makanan tersebut.






