Rabu, 26 November 2014

Menjaga Kesehatan Anak (Disampaikan oleh Bu NurLatifah, Akp. dalam seminar Parenting di Kairo, 24 November 2014)


Menjaga Kesehatan Anak
Oleh: Nurlatifah, Akp.
1. Pendahuluan
Anak atau buah hati adalah titipan dari Allah swt, dan kita wajib merawat, mendidik dan memberikan perhatian dalam banyak aspek, termasuk kesehatannya, baik kesehatan saat ia dalam masa kehamilan, maupun pasca kelahirannya. Banyak kaum ibu yang beranggapan bahwa menjaga kesehatan anak dimulai setelah proses melahirkannya, ini adalah anggapan yang kurang tepat. Seorang ibu yang baik justru sudah mulai menjaga kesehatan diri dan anaknya sedari awal masa kehamilan. Bahkan pola sehat itu seharusnya sudah mulai ibu terapkan saat ia mulai membuat program kehamilan. Faktanya, bayi yang sehat dilahirkan dari ibu yang sehat juga.
Banyak bayi yang terlahir dengan kondisi kesehatan yang memprihatinkan karena sang ibu yang tidak memperhatikan asupan dan gizi yang dibutuhkan bayi saat ia berada dalam kandungan ibu.Kurangnya pemahaman ibu terhadap pentingnya menjaga kesehatan inilah yang pada akhirnya membuat anak-anaknya mengalami kondisi kesehatan yang memprihatinkan, mudah terserang penyakit, dan pada akhirnya selalu langganan ke rumah sakit atau dokter spesialis anak.Padahal seharusnya ibu adalah dokter pertama bagi keluarga dan anak-anaknya.
Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2010, Litbang Depatemen Kesehatan Republik Indonesia (www.riskesdas.litbang.depkes.go.id) menunjukkan masalah gizi masih merupakan masalah nasional. Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2010 menemukan dari total balita 21.760.200 terdapat: 35,6% anak balita pendek (stunting), 17,9 % gizi kurang, 13,3% balita kurus, dan 14% kelebihan gizi (overweight & obesitas) sebesar 14%. Masalah gizi lain adalah kurang vitamin A, Anemia besi selanjutnya prevalensi menurun untuk anak usia 2 sampai 5 tahun. Berbagai hasil penelitian menunjukkan kekurangan gizi pada usia dini berdampak pada terganggunya tumbuh kembang, rendahnya kemampuan kognitif yang tercermin dari IQ, rendahnya kematangan sosial pada saat usia sekolah yang ditunjukan dengan rendahnya perhatian. Kemampuan belajar dan pencapaian prestasi di sekolah (Martorell, 1995). Disisi lain imunitas tubuh anak juga rendah sehingga lebih rentan terhadap serangan penyakit infeksi. masalah gizi tidak saja berdampak jangka pendek tapi berbekas sampai masa depan. Gizi kurang dan buruk tidak hanya meningkatkan resiko morbiditas dan mortalitas prenatal dan bayi tapi juga mempengaruhi pertumbuhan fisik jangka panjang, perkembangan kognitif, kapasitas belajar, prestasi sekolah dan prestasi kerja dimasa depan (Mora dan Nestel, 2000).
Usia 0-6 tahun usia emas tumbuh kembang sehingga anak harus dijaga untuk tidak mengalami gangguan tumbuh kembang. Kenyataan menunjukan prevalensi gizi kurang justru tinggi pada usia kritis ini. Terdapat beberapa alasan mengapa anak usia dini justru rentan terhadap masalah gizi kurang dibanding paska umur enam tahun :
       Kebutuhan gizi per kilogram berat badan pada anak usia dini lebih besar
dibandingkan dengan kebutuhan gizi setelah masa tersebut.
       Anak usia 0-6 tahun selalu aktif, bergerak dan bermain sehingga kebutuhan untuk aktifitas ini juga tinggi.
       Aktifitas, keinginan bereksplorasi dan keingintahuannya yang tinggi menyebabkan anak usia dini menjadi mudah tekena infeksi
       Masalah sulit makan banyak terjadi pada rentang usia ini.
       Anak-anak memerlukan kata-kata lembut dan sentuhan-sentuhan penuh kasih sayang.
       Anak usia ini sangat senang mengkonsumsi makanan jajanan.
       Anak usia dini beresiko tinggi terkena paparan kontaminan.
Jaminan dan perlindungan Gizi dan Kesehatan bagi setiap anak Indonesia terdapat beberapa pasal pada Undang-Undang No 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak yang mengamanatkan masalah gizi dan kesehatan sebagai Hak Anak. Gizi dan kesehatan merupakan prasyarat penting dalam keberhasilan Pendidikan Anak Usia dini mengingat:
       Zat gizi merupakan Bahan Pembentuk otak dan organ lain yang berhubungan dengan perkembangan anak.
       Zat gizi diperlukan sebagai neurotransmitter.
       Zat gizi berperan dalam pembentukan imunitas anak.
       Kesehatan merupakan garansi bagi kelansungan proses Pendidikan Anak Usia Dini.
Semoga tulisan sederhana ini memberikan manfaat untuk kaum ibu dan calon ibu, aamiin.
2. Seimbangkan Pola Makan Anak Sejak Dini
1. Mpasi Usia 6  bulan
Saat usia bayi 6 bulan, pada minggu pertama khususdiberikan variasi dari saripati buah manis yangdiblender/juicer.
Saat usia bayi 6 bulan, pada minggu kedua khusus diberikan variasi  sayuran non karbo seperti kentang dan umbi-umbian.
Saat usia bayi 6bulan,pada minggu ke-3 dan ke-4 bisa mulai divariasikan antara buah dan sayur, contoh: jeruk dan wortel, perbandingannya 2 jeruk manis+ setengah wortel ukuran sedang.
Catatan:
- Tetap diutamakan pemberian asi ekslusive per 3 jam
- Kenalkan anak dengan asupan cair menyerupai Asi
- Mengenalkan anak pada satu jenis setiap makanan (buah dan sayur),ini akan memudahkan anak untuk menyukai makanan sehat dan alami  sejak dini, contoh:jus jeruk manis padahari pertama, jus wortel pada hari kedua, dan seterusnya.
- Selama masa Mpasi, perhatikan rutinitas fesesnya setiap harinya. Jika dalam satu hari itu anak ada pub dan tidak banyak keluhan setelah pemberian buah dan sayuran cair diatas bisa dilanjutkan ke menu berikutnya, namun bila bayi ada keluhan seperti  alergi,mencret,susah pub, maka bisa kita coba memberikan buah yang lain, lalu kita ulangi menu yang sebelumnya kita berikan dihari berikutnya.
- Pemberian Mpasi pada tahap ini usahakan tidak mencampurkan makanan dengan gula,garam dan aneka perasa tambahan lainnya. Jadi kita murni memberikan saripati dari buah-buahan dan sayuran saja. Untuk perasa tambahan seperti gula dan garam baru akan dikenalkan saat bayi menginjak usia 1 tahun. Sedangkan untuk komponen karbohidrat bisa dikenalkan pada bayi saat usia 7 bulan, begitu juga untuk protein nabati, sedangkan untuk protein hewani, bisa mulai diberikan saat bayi berusia 8bulan.
- Suatu hal yang sering terjadi saatperiode awal pemberian Mpasi pada bayi, biasanya bayi tidak terlalu makan lahap, bahkan ada yang cenderung menolak dan malas-malasan,ibu tidak perlu panik dan khawatir, tetap semangat dan berikan Mpasi secara perlahan, sedikit demi sedikit terus dirangsang, usahakan dalam sehari berikan dua kali Mpasi, insya Allah lambat laun bayi ibu akan terbiasa.
Contoh variasi menu:
Dibawah ini adalah contoh menu yang bisa divariasikan selama sepekan:
- Jus alpukat 75 ml/hari.
- Jus jeruk manis.
- Jus khuh manis.
- Jus kurma 5butir.
- Pisang manis tanpa biji.
- Apel merah rebus(usahakan masukan apel setelah air mendidih).
- Jus wortel.
- Jus melon tidak dicampur air.
Catatan:
- Ada beberapa jenis Buah yang belum boleh dikenalkan pada bayi, meskipun usianya sudah memasuki masa Mpasi, diantaranya adalah: semangka,anggur,strawberry,kiwi,barquq, belewah dan tomat.
- Jenis buah yg tidak banyak kandungan airnya boleh ditambahkan air 30 ml disetiap blender.
2. Mpasi 7 bulan
Tahapan Mpasi selanjutnya adalah saat bayi memasuki usia tujuh bulan, pada tahap ini ibu akan coba mengenalkan komponen karbohidrat dan protein nabati.
Saat usia bayi 7 bulan, pada minggu pertama dan kedua bisa diberikan menu:
-       Kentang direbus dan dihaluskan.
-       Umbi direbus dan dihaluskan.
-       Nasi dibuat bubur tim.
-       Kacang hijau dibuat bubur.
-       Kacang adas dibuat bubur.
-       Jagung dan kacang polong direbus dan dihaluskan.
-       Saat usia bayi 7 bulan, pada minggu ketiga dan keempat, ibu mulai mencampurkan karbohidrat dengan protein nabati, contoh:nasi tim + kacang polong + wortel cingcang.
3. Mpasi 8 bulan
Pada tahapan ini ibu coba untuk mengenalkan protein hewani. Protein hewani dapat ibu dapatkan antara lain dari daging sapi, daging ayam, hati ayam, hati sapi, beragam ikan, udang dan lain-lain.
Catatan :
-       Protein hewani usakan dimix dengan sayuran.
-       protein hewani dimasak matang dan dipotong halus dan kecil,karna pada masa ini bayi sudah mulai belajar mengunyah, potongan halus dan kecil akan memudahkan bayi untuk mengunyah sehingga memperlancar proses penyerapan dan pencernaan bayi.
4. Mpasi 9 -12 bulan
Pada tahapan ini bayi sudah mulai boleh dikenalkanpenambah rasa dari makanannya, seperti gula dan garam, juga mulai ibu kita kenalkan bumbu masak dalam makanan seperti merica,kunyit,bawang putih,bawang merah,jahe dan lainnya.Kenalkan jenis perasa dan bumbu tadi sedikit demi sedikit agar bayi tidak kaget.
Pada tahap ini bayi juga boleh kita kenalkan pada makanan ringan seperti biscuit gandum/roti tawar gandum, jelly tanpa gula, boleh ditambahkan madu sebagai pemanis dan pengganti gula.
5. Usia 1-5 Tahun
Untuk tahapan ini kita sebagai ibu mempersiapkan untuk masa Golden Age dengan tahapan penyeimbangan makanan.
Pemberian asupan bayi pada tahap ini sudah mulai ibu kenalkan beberapa suplement seperti madu,spirulina,habbasauda,susu full cream,zabadi atau yogurt,yansun,carawiyah,najmu yansun dan lainnya.
Snack boleh dikenalkan seperti bolu, puding dan kue-kue ringan lainnya. Yang perlu ibu perhatikan adalah komposisi bahan makanan tersebut. jika ibu membaca diantara ingredient makanan tersebut terkandung aspartam, pemanis buatan, bahan pengawet, bahan penyedap, bahan pengenyal dan sejenisnya maka lebih baik ibu hindari dan carilah alternatif makanan sehat lainnya.
2. Menjaga Kebersihan Anak
1. Kesehatan Gigi dan mulut
       Mulai dikenalkan pada masa tumbuhnya gigi untuk bayi 5-8 bulan boleh memakai infant finger brush.
       Membiasakan anak gosok gigi 2xsehari.
       Memilih pasta gigi dan sikat gigi yang aman untuk anak.
       Mengajarkan berkumur kumur selepas makan.
       Mengelap mulut setelah makan dengan tisu atau kain bersih.
2. Tangan dan kuku
       Membiasakan memotong kuku anak per 3 hari sekali untuk bayi.
       Untuk anak diatas 1 tahun 2 x seminggu.
       Membiasakan memberikan lotion atau baby oil setelah membersihkan kuku.
       Mengajarkan mencuci tangan setelah bermain,sebelum makan dan sesudah makan.
3. Anggota badan
       Mandi 2x dalam sehari ketika musim panas.
       Mandi 3x dalam seminggu ketika musim dingin menggunakan air hangat.
       Gunakan sampho, sabun, sikat gigi dan pasta gigi khusus untuk anak.
4. Pakaian
       Saat proses mencuci pakaian pilihlah deterjen yang khusus untuk pakaian anak.
       Hindari penggunaan cairan pemutih karena biasanya memiliki bahan kimia yang sangat kuat sekali, bahan kimia tersebut dapat membahayakan kulit anak.
       Pisahkan pakaian anak dari pakaian orang dewasa.
       Sebelum mencuci pakaian bayi, bersihkan kotoran-kotoran pada baju dengan menggunakan air yang mengalir.
       Pisahkan baju berdasarkan warna dan level kotornya, cuci ditempat terpisah.
       Baju balita harus dibilas 2-3 kali, hingga benar-benar bersih dari sabun/deterjen.
       Gunakan pelembut baju khusus pakaian anak/bayi.
       Keringkan baju balita Anda dengan menjemurnya. Usahakan menjemur baju langsung dibawah sinar matahari, karena sinar matahari membantu menghilangkan kuman-kuman. Setelah kering, setrika baju agar lebih nyaman.

5. Menjaga kebersihan lingkungan
       Usahakan untuk mengganti suhu ruangan kamar dengan membuka jendela di pagi hari sekitar 10 menit antara jam 11.00 sampai jam 13.00, terutama pada musim dingin.
       Menghindari ruangan dengan suhu lembab.
       Mencuci mainan anak secara berkala 1bulan sekali.
       Memberikan tempat tertutup untuk mainan anak.
       Menjaga kebersihan tempat makan dan minum.
       Mengganti gelas plastik secara berkala.
       Mencuci dan merendam dengan air hangat tempat makan atau minum anak yg mengandung bahan sillicon.


3. PENUTUP
1. KESIMPULAN
1.     Pemenuhan gizi balita dapat dilihat dari karakteristik anak itu sendiri.
2.     Pola makan anak pada masa pertumbuhan sangat dipengaruhi dari kebiasaan yang dilakukan oleh ibu pada masa Mpasi, maka berikanlah asupan yang baik dan seimbang pada tahap Mpasi.
3.     Pemberian asupan zat makanan seperti zat tenaga, zat pembangun, dan zat pengatur sangat diperlukan bagi balita.
4.     Pengeluarannya asupan makanan harus ada keseimbangan sehingga diperoleh status gizi yang baik.
5.     Menu makanan yang baik dan seimbang, seperti 4 sehat 5 sempurna sangat mempengaruhi kesehatan dan kecerdasan bagi otaknya.
6.     Faktor yang mempengaruhi status nutrisi untuk balita yaitu serat makan dan kemudahan dalam mencerna makanan dari sumber makanan yang ia makan, vitamin serta pengaruh obat yang diminum dan faktor endokrin dan emosional.

2. SARAN
1.     Pengetahuan ibu harus luas, terus menggaliilmu tentang anak dan memahami perubahan karakternya.
2.     Sebaiknya seorang ibu harus bisa mengatur/memilah-milah makanan untuk balita.
3.     Ibu yang baik akan memberikan asupan pada anaknya sesuai dengan tahapan usia dan tumbuh kembangnya.
4.     Berikan anak makanan yang baik dan seimbang, mengandung 4 sehat 5 sempurna karena sangat baik untuk pertumbuhan anak.
5.     Jangan lupa untuk memberikan suplemen tambahan untuk merangsang pertumbuhan dan kecerdasan otaknya.
6.     Hindari makanan dan jajanan warung untuk anak-anak, karena kita tidak tahu kualitas dari bahan-bahan yang disajikan, bila ibu terpaksa harus membeli makanan dan jajanan warung, pastikan kebersihan dan kesegaran makanan tersebut.

Generasi Rabbani (Disampaikan oleh Maramitha Lc. dalam seminar parenting di Kairo, 24 November 2014)

NUTRISI RUHANI BAGI GENERASI RABBANY




3 fase penting dalam pembentukan generasi yang baik :

1.    PRA-NIKAH
2.    MASA KEHAMILAN
3.    PASCA KELAHIRAN



1.  Pra-Nikah

عن عائشة رضي الله عنها تَخَيَّرُوا لِنُطَفِكُمْ، وَانْكِحُوا الْأَكْفَاءَ، وَأَنْكِحُوا إِلَيْهِمْ
"Pilihlah (tempat) untuk mani kalian, dan nikahilah orang-orang yang sepadan, dan nikahkanlah (wanita) dengan orang-orang yang sepadan." Diriwayatkan Aisyah RA (hadits shahih) (Sunan Ibnu Majah, no.1968, Mustadrok Lil-hakim, no.2687, Sunan Daruqutni, no.3788 dan Sunan Kubro Lil-Baihaqi, no.13758)


أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ تُنْكَحُ الْمَرْأَةُ لِأَرْبَعٍ لِمَالِهَا وَلِحَسَبِهَا وَجَمَالِهَا وَلِدِينِهَا فَاظْفَرْ بِذَات الدِّينِ تَرِبَتْ يَدَاك

dari Abi Hurairah ra bahwasanya Nabi saw bersabda wanita dinikahi karena empat perkara. Pertama hartanya, kedua kedudukan statusnya, ketiga karena kecantikannya dan keempat karena agamanya. Maka carilah wanita yang beragama (islam) engkau akan beruntung.”[3]



·         Setelah menikah, pengantin baru hendaknya memperhatikan adab-adab sebelum melakukan mu'asyarah bersama pasangan. Dan kemudian saling mendoakan segala kebaikan untuk kehidupan rumahtangganya.
(Doa Suami)
اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ خَيْرَهَا وَخَيْرَ مَا جَبَلْتَهَا عَلَيْهِ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّهَا وَشَرِّ مَا جَبَلْتَهَا عَلَيْهِ

 “Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu kebaikan istri dan juga kebaikan tabiatnya, dan aku memohon perlindungan kepada-Mu dari keburukannya serta keburukan tabiatnya.”

(Doa Istri)
اَللَّهُمَّ بارك لي في أهلي وبارك لهم في. اللهم اجمع ما بيننا ما جمعت بخير و فارق بيننا إذا فارقت بخير
Wahai Allah berkahilah aku didalam keluargaku dan berkahilah mereka didalam diriku. Wahai Allah satukanlah kami dengan kebaikan dan pisahkanlah kami jika Engkau menghendaki (kami) berpisah dengan kebaikan pula.”

Keterangan di atas berdasarkan hadis dari Abdullah bin Amr bin ‘Ash, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إذا تزوج أحدكم امرأة أو اشترى خادما فليأخذ بناصيتها وليسم الله عز وجل وليدع بالبركة وليقل: اللهم إني أسألك من خيرها
“Apabila kalian menikahi seorang wanita, maka peganglah ubun-ubunnya, sebutlah nama Allah, dan doakanlah memohon keberkahan, serta ucapkan: Allahumma inni as-aluka…. dst.” (HR. Bukhari 





2.  MASA KEHAMILAN

Diantara cara memberikan nutrisi ruhani untuk bayi dalam kandungan :


1.  Memperbanyak do'a kebaikan untuk sang janin
·       ربنا هب لنا من أزواجنا وذريتنا قرة أعين واجعلنا للمتقين إماما (al-Furqon : 74)
·       اللهم بارك فيه و بارك له وبارك عليه واجعله مباركا ببركات من عندك
·       رب هب لي من الصالحين (Ash-shaffat : 100)
·       رب هب لي من لدنك ذرية طيبة انك سميع الدعاء (QS. Ali Imran: 38)

2.  Menjaga keharmonisan suami istri
3.  Memberi makan dari rezeki yang halal
4.  Memperbanyak mendengarkan dan melantunkan al-Qur'an
-      Al-Quran bisa memberikan efek positif untuk otak
-      Pengenalan/muqoddimah untuk menghafal
( 1 hari --> 1 Juz x 5 x 9 bulan = 45 kali khatam al-Qur'an)
( 2 tahun : 120 kali khatam)
Menginjak usia 3 tahun : 165 kali khatam.









3.  PASCA KELAHIRAN


A.   BALITA


Anak ibarat sebuah gelas kosong dan isi gelasnya bisa bermacam-macam; bisa birisikan air putih, teh, jus, susu bahkan bisa juga berisikan minuman keras, tergantung siapa yang menuangkan kedalam gelas tersebut.
( Dr Kamil el-laboody)









Indera yang paling tajam pada usia balita adalah PENDENGARAN. Maka stimulasi yang bagus adalah melalui indera ini.










والله أخرجكم من بطون أمهاتكم لا تعلمون شيئا وجعل لكم السمع والأبصر والأفئدة, لعلكم تشكرون
" Dan Allah mengeluarkan kami dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatu pun, dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu bersyukur"

PEMBAGIAN USIA MANUSIA BERDASARKAN KEMAMPUANNYA MENGHAFAL DAN MEMAHAMI
1. Dalam kandungan.
2. Dari 0 – 7 tahun : Mudah menghafal, belum faham (Pendengaran lebih dominan) .
3. Dari 7 – 25 tahun : hafal dan Mulai memahami .
4. Dari 25 – 40 tahun: Hafal dan faham.
5. Usia 40 tahun keatas : Faham, tingkat kecepatan menghafal berkurang.




B. ANAK (7-14 tahun)

Yang harus dilakukan : Memberi arahan, melatih disiplin dan bertanggungjawab.
Diantara hal-hal yang bisa diajarkan pada anak usia 7 tahun keatas adalah :
1.  Tauhid
2.  Birrul walidain
3.  Shalat
4.  Puasa
5.  Memisahkan tempat tidur dengan orangtua
6.  Memisahkan tempat tidur dengan saudara yang berbeda jenis kelamin
7.  Mengajarkan berpakaian syar'i
8.  Mengajarkan adab isti'dzan / meminta izin ketika memasuki kamar orangtua atau rumah orang lain.



C. Usia 15-21 tahun (DEWASA)

: Berkawan, bertukar pendapat. Kita menghormati pendapat mereka selama tidak bertentangan dengan syariat.



D. USIA 21 KEATAS
: Memberi kebebasan kepada anak untuk bertindak, orang tua hanya menasehati dan mengarahkan.