Rabu, 26 November 2014

Generasi Rabbani (Disampaikan oleh Maramitha Lc. dalam seminar parenting di Kairo, 24 November 2014)

NUTRISI RUHANI BAGI GENERASI RABBANY




3 fase penting dalam pembentukan generasi yang baik :

1.    PRA-NIKAH
2.    MASA KEHAMILAN
3.    PASCA KELAHIRAN



1.  Pra-Nikah

عن عائشة رضي الله عنها تَخَيَّرُوا لِنُطَفِكُمْ، وَانْكِحُوا الْأَكْفَاءَ، وَأَنْكِحُوا إِلَيْهِمْ
"Pilihlah (tempat) untuk mani kalian, dan nikahilah orang-orang yang sepadan, dan nikahkanlah (wanita) dengan orang-orang yang sepadan." Diriwayatkan Aisyah RA (hadits shahih) (Sunan Ibnu Majah, no.1968, Mustadrok Lil-hakim, no.2687, Sunan Daruqutni, no.3788 dan Sunan Kubro Lil-Baihaqi, no.13758)


أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ تُنْكَحُ الْمَرْأَةُ لِأَرْبَعٍ لِمَالِهَا وَلِحَسَبِهَا وَجَمَالِهَا وَلِدِينِهَا فَاظْفَرْ بِذَات الدِّينِ تَرِبَتْ يَدَاك

dari Abi Hurairah ra bahwasanya Nabi saw bersabda wanita dinikahi karena empat perkara. Pertama hartanya, kedua kedudukan statusnya, ketiga karena kecantikannya dan keempat karena agamanya. Maka carilah wanita yang beragama (islam) engkau akan beruntung.”[3]



·         Setelah menikah, pengantin baru hendaknya memperhatikan adab-adab sebelum melakukan mu'asyarah bersama pasangan. Dan kemudian saling mendoakan segala kebaikan untuk kehidupan rumahtangganya.
(Doa Suami)
اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ خَيْرَهَا وَخَيْرَ مَا جَبَلْتَهَا عَلَيْهِ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّهَا وَشَرِّ مَا جَبَلْتَهَا عَلَيْهِ

 “Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu kebaikan istri dan juga kebaikan tabiatnya, dan aku memohon perlindungan kepada-Mu dari keburukannya serta keburukan tabiatnya.”

(Doa Istri)
اَللَّهُمَّ بارك لي في أهلي وبارك لهم في. اللهم اجمع ما بيننا ما جمعت بخير و فارق بيننا إذا فارقت بخير
Wahai Allah berkahilah aku didalam keluargaku dan berkahilah mereka didalam diriku. Wahai Allah satukanlah kami dengan kebaikan dan pisahkanlah kami jika Engkau menghendaki (kami) berpisah dengan kebaikan pula.”

Keterangan di atas berdasarkan hadis dari Abdullah bin Amr bin ‘Ash, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إذا تزوج أحدكم امرأة أو اشترى خادما فليأخذ بناصيتها وليسم الله عز وجل وليدع بالبركة وليقل: اللهم إني أسألك من خيرها
“Apabila kalian menikahi seorang wanita, maka peganglah ubun-ubunnya, sebutlah nama Allah, dan doakanlah memohon keberkahan, serta ucapkan: Allahumma inni as-aluka…. dst.” (HR. Bukhari 





2.  MASA KEHAMILAN

Diantara cara memberikan nutrisi ruhani untuk bayi dalam kandungan :


1.  Memperbanyak do'a kebaikan untuk sang janin
·       ربنا هب لنا من أزواجنا وذريتنا قرة أعين واجعلنا للمتقين إماما (al-Furqon : 74)
·       اللهم بارك فيه و بارك له وبارك عليه واجعله مباركا ببركات من عندك
·       رب هب لي من الصالحين (Ash-shaffat : 100)
·       رب هب لي من لدنك ذرية طيبة انك سميع الدعاء (QS. Ali Imran: 38)

2.  Menjaga keharmonisan suami istri
3.  Memberi makan dari rezeki yang halal
4.  Memperbanyak mendengarkan dan melantunkan al-Qur'an
-      Al-Quran bisa memberikan efek positif untuk otak
-      Pengenalan/muqoddimah untuk menghafal
( 1 hari --> 1 Juz x 5 x 9 bulan = 45 kali khatam al-Qur'an)
( 2 tahun : 120 kali khatam)
Menginjak usia 3 tahun : 165 kali khatam.









3.  PASCA KELAHIRAN


A.   BALITA


Anak ibarat sebuah gelas kosong dan isi gelasnya bisa bermacam-macam; bisa birisikan air putih, teh, jus, susu bahkan bisa juga berisikan minuman keras, tergantung siapa yang menuangkan kedalam gelas tersebut.
( Dr Kamil el-laboody)









Indera yang paling tajam pada usia balita adalah PENDENGARAN. Maka stimulasi yang bagus adalah melalui indera ini.










والله أخرجكم من بطون أمهاتكم لا تعلمون شيئا وجعل لكم السمع والأبصر والأفئدة, لعلكم تشكرون
" Dan Allah mengeluarkan kami dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatu pun, dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu bersyukur"

PEMBAGIAN USIA MANUSIA BERDASARKAN KEMAMPUANNYA MENGHAFAL DAN MEMAHAMI
1. Dalam kandungan.
2. Dari 0 – 7 tahun : Mudah menghafal, belum faham (Pendengaran lebih dominan) .
3. Dari 7 – 25 tahun : hafal dan Mulai memahami .
4. Dari 25 – 40 tahun: Hafal dan faham.
5. Usia 40 tahun keatas : Faham, tingkat kecepatan menghafal berkurang.




B. ANAK (7-14 tahun)

Yang harus dilakukan : Memberi arahan, melatih disiplin dan bertanggungjawab.
Diantara hal-hal yang bisa diajarkan pada anak usia 7 tahun keatas adalah :
1.  Tauhid
2.  Birrul walidain
3.  Shalat
4.  Puasa
5.  Memisahkan tempat tidur dengan orangtua
6.  Memisahkan tempat tidur dengan saudara yang berbeda jenis kelamin
7.  Mengajarkan berpakaian syar'i
8.  Mengajarkan adab isti'dzan / meminta izin ketika memasuki kamar orangtua atau rumah orang lain.



C. Usia 15-21 tahun (DEWASA)

: Berkawan, bertukar pendapat. Kita menghormati pendapat mereka selama tidak bertentangan dengan syariat.



D. USIA 21 KEATAS
: Memberi kebebasan kepada anak untuk bertindak, orang tua hanya menasehati dan mengarahkan.








Tidak ada komentar:

Posting Komentar