Kamis, 29 Agustus 2013

quotes Tere liye

“Tapi apalagi yang membuat hati berdesir selain pertemuan yang tidak disengaja ?”
― Tere Liye, Kisah Sang Penandai

Lebih baik sendiri daripada mengikatkan diri dalam hubungan yang justeru merusak dan cuma buat seru-seruan. *Tere Lije.


“Tidak ada yang pergi daripada hati. Tidak ada yang hilang dari sebuah kenangan”
Tere Liye


       “Delisa cinta ummi karena Allah.”
Tere Liye, Hafalan Shalat Delisa

“Cinta hanyalah segumpal perasaan dalam hati. Sama halnya dengan gumpal perasaan senang, gembira, sedih, sama dengan kau suka makan gilau kepala ikan, suka mesin. Bedanya, kita selama ini terbiasa mengistimewakan gumpal perasaan yang disebut cinta. Kita beri dia porsi lebih penting, kita bersarkan, terus menggumpal membesar. Coba saja kau cuekin, kau lupakan, maka gumpal cinta itu juga dengan cepat layu seperti kau bosan makan gulai kepala ikan.”
Tere Liye, Kau, Aku & Sepucuk Angpau Merah

“Hanya orang-orang dengan hati damailah yang boleh menerima kejadian buruk dengan lega.”
Tere Liye, Rembulan Tenggelam Di Wajahmu

“Filosofi padi, "semakin berisi maka padi akan semakin merunduk", maknanya "semakin kita merasa bisa maka kita harus bisa semakin merasa”
Tere Liye, Pukat

       “Cinta adalah perbuatan. Kata-kata dan tulisan indah adalah omong kosong.”
Tere Liye, Kau, Aku & Sepucuk Angpau Merah

“Orang yang memendam perasaan seringkali terjebak oleh hatinya sendiri. Sibuk merangkai semua kejadian di sekitarnya untuk membenarkan hatinya berharap. Sibuk menghubungkan banyak hal agar hatinya senang menimbun mimpi. Sehingga suatu ketika dia tidak tahu lagi mana simpul yang nyata dan mana simpul yang dusta.”
Tere Liye, Daun Yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin

“Sepanjang kita yakin telah melakukan sesuatu dengan baik, selalu belajar untuk lebih baik, terbuka dengan masukan, rasa nyaman dan tenteram itu akan datang. Kemuliaan hidup tidak pernah tertukar.”
Tere Liye

Sabtu, 17 Agustus 2013

Senyawa Cinta, puisi Usman Arrumy

Oleh: Usman Arrumy

Atas nama cinta
mengalir tinta menjelma kata
setelah berdenyut di ujung pena;
sebagai upaya mewujudkan makna

Sebelum jadi puisi,
katakata bersamadi di dalam angan
menempa diri menghayati keperihan
lalu digubah melalui renungan
dikumandangkan kesunyian
digemakan siang-malam:

Kadang cinta bagai khuldi yang menyebabkan Adam ke bumi
menandai penderitaan dimulai, isyarat sepi bakal dirasai

aku mencintaimu; sepasrah labalaba membentang di mulut goa
sejujur burung hudhud menyampaikan surat ke negeri saba
sesabar bongkah batu mengandung seekor unta betina
setabah ikan nun di laut luas pada masa kaum ninawa

Adakalanya cinta serupa lengkung jemparing arjuna
siaga membidik benda, menumpu rindu selembut rumbia

Aku mencintaimu; sesantun api membakar tubuh Ibrahim
bagai ruang, cintaku setentram penjara tempat Yusuf mukim
sesopan tongkat membelah lautan demi dibuat jalan Musa
bagai jarak, cintaku sejauh jejak langkah pengembaraan Isa
sepenuh purnama mengurai diri di lengan Muhammad
bagai suara, cintaku seriang seruling Daud  mengalun hikmat

Sekali kala cinta terungkap melalui gerak waktu
menjadi rahasia yang akan dinyatakan perilaku
mungkin seliar geliat nafsu menyentuh kalbu
atau sekhusuk para sufi menahan hasrat tabu

Sesekali cinta seumpama selendang dewi kahyangan
dongeng anak kecil untuk meninabobokkan

Mungkin cinta adalah cangkir yang butuh dimasuki kopi
wasiat bertuah yang rapi tersimpan di lubuk guci
selembar kertas ruang semayam berbait puisi
sehampar sawah letak petani menandur padi

Aku ingin menjadi jantung tempat cintamu berdenyut
atau menjadi liang-lahat manakala sakaratulmaut

Mungkin ada namaku-namamu berpijar di ujung sana
tersemat di antara bermiliaran aksara:
di lauh mahfud--papan tempat terukir seluruh takdir
kita akan berdesir, semenjak kali pertama hadir
hingga kelak waktu berakhir

Kini kau sendirian di langit dan aku sendirian di bumi
padahal kita sudah samasama murni mencintai
seperti surga dan neraka, kau-aku tak sanggup sua
cuma bisa saling damba dalam doa,
tapi semoga sukma kita tetap senyawa

Kairo, 6 february 2013


* Puisi pertama di tahun 2013 justru tertulis di hari lahirku, 6 february. Hari ini adalah tepat 23 tahun yang lalu aku lahir. dan sudah 10 tahun aku tidak berada di samping Ibuk tiap kali tanggal 6 february. Puisi ini dalam rangka merayakannya, sebab tidak ada yang memberi hadiah, maka kuhadiahkan puisi ini kepada seluruh penghuni semesta :)

Dari Ujung Jalan, puisi Usman Arrumy

 ngalir gitu aja pas baca ini, serasa menyusuri jalan hidupku sendiri. ya kadang kita punya kisah yang sama, hanya beda cara mengekspresikannya. good luck for UA.

Dari Ujung Jalan, puisi Usman Arrumy


Dari ujung jalan itu, konon kau ingin menjumpaiku
tapi tak kauberi tahu kapan tiba aku kunjung kautemu

sebelum apaapa, kau memang sudah lama termangu
mungkin masih ragu menetapkan aku sebagai rindu

tapi siapa yang sebenarnya menunggu, kau atau aku
berangsur soal muncul; kita seteru atau sekutu?

Sudahlah, Zie. Wilayah yang sering kausebut sunyi,
--sampai kini masih kuhuni sebagai tempat sembunyi

Berkunjunglah ke ingatanmu, barangkali di sana ada aku
Meski kecemasan beruntun lebih dulu menguasaimu

sesekali kubayangkan kaulah yang menumbuhkan nisan
maka pertama kali kukenal kau bernama kematian

jika udara yang merekam suaramu melayang ke arahku
jangan larang, agar ketika sampai bisa kudengar gema hatimu

sebab denyut jantungmu adalah katakata yang tertunda
gaung-dengungnya senantiasa timbul tak terduga

Masalahnya memang jarak, meski tak sejauh laut dan ombak
Tapi betapa pun kita telak, perih telah menyentuh serempak

Mataku terpejam, menghayati kau sebagai masa silam
Tapi yang kudapat hanya pendar menjelang kelam

Siapa yang sebenarnya menunggu, kau atau aku
Setelah sekian waktu kita tak mampu saling tuju

kita sejenak mendamba lupa demi merenggang dari tegang
selebihnya menjelma hampa, melenggang ke segenap lengang

Dari jalan mana lagi kau akan menikung
Bila arah tempat kaumelangkah ada aral mengepung

Maka diam dan biar akulah yang menjemputmu
Walau kutahu kau adalah sumber dari seluruh ngilu

Aku pernah berujar boleh bila sekadar menghindar
Tapi bukan berarti kau musti mengekalkan tengkar

Lalu siapa yang sebenarnya akan membuka pintu, kau atau aku
Setelah mengira kalau sumpah telah muspra lebih dulu

Sudahlah, Zie. Masuklah ke wilayah yang sering kausebut sunyi,
---sudah waktunya kau bernyanyi, dan aku sudah letih sembunyi

Dan di pangkal jalan ini, akhirnya kita bertemu
Sudah itu pisah lalu lekas jadi masa lalu



16 maret 2013 kairo

TITAH CINTA, puisi Usman Arrumy di post di facebook tanggal 3 April 2013

Cinta menitahkan aku jadi kata
untuk menyampaikan kau sebagai rahasia
meski tak kutahu kalimat apa yang pantas mewakili
tapi hanya kepada kau aku rela menggigil dalam puisi:

aku buku yang tak mau menerima apaapa selain namamu
setiap hura jadi haru, ketika hariku kosong tanpa hurufmu

aku waktu yang berdetik siasia kecuali kau bisa peka
seluruh laku jadi luka, bila kau sua aku penuh prasangka

aku lilin yang melumer andai kau memintaku menghalau gelap
mengabdi kepada api, membayang sekejap lalu penyap

aku arwah yang melayang misalkan kau mengusirku dari tubuhmu
sepi jadi tempat menunggu, sejak kau membiarkanku digendam rindu

aku kemarau yang selalu mengerang selagi kau segan jadi hujan
membisikkan harap kepada awan, memanggilmu dengan sisa getaran

: Kekhawatiran menjadi puncak dari zikirku
pemuja yang tak jemu menunduk di hadapanmu
jangan lagi kau tuntut aku termangu mengawasi parasmu
aku tak mahir menafsir senyum yang menggelincir di bibirmu

Tenanglah, sehening ruang tanpa gema
akan kuresapkan cahaya kedalam pena
demi kau bisa kutulis sebagai cinta seutuhnya
agar kelak bisa dibaca seusai masa kita


Darmadash, nasr city. 2013

Minggu, 11 Agustus 2013

pesan ayah untuk anak gadisnya

Pesan Ayah Untuk Anak Gadisnya
Inilah sebuah surat yang ditulis seorang ayah untuk seorang anak gadis di mana pun dia berada:

Anak gadisku yang kukasihi,
Kau adalah anak yang cantik. Aku dan ibumu selalu memikirkanmu. Tidak lama lagi kau akan meninggalkan kami dan rumah ini untuk menjalani kehidupanmu sendiri. Bolehkah aku sekiranya memberimu sedikit nasihat untukmu?
Hal-hal ini janganlah kau lakukan dalam hidupmu.

1.Jangan memandang rendah dirimu sendiri.
Kau itu hebat dan mampu meraih impian yang besar, karena itu percayalah pada dirimu sendiri. Ketika segala sesuatu berjalan buruk, jangan berhenti mempercayai diri sendiri. Ada anak-anak gadis yang putus asa, menyalahkan diri sendiri, dan malah kehilangan kepercayaan diri mereka. Masalah memang akan datang, tapi jangan pernah meremehkan dirimu sendiri.

2.Jangan terobsesi dengan penampilanmu.
Menurut kami, kau terlihat luar biasa (meski beberapa baju yang kau pakai membuat kami merasa waswas!). Kami mohon terimalah dirimu apa adanya dan tubuh yang kaumiliki itu dengan hati bahagia. Makanlah dengan benar, berolahragalah, dan jagalah kesehatanmu. Ada beberapa anak yang menjadi terobsesi untuk menjadi kurus atau menyempurnakan bentuk tubuh mereka. Tapi, penampilanmu ini sudah sempurna, Anakku.

3.Jangan bergaya hidup di luar kemampuan finansialmu.
Berusahalah selalu untuk berbelanja yang sesuai dengan pendapatanmu, dan menabunglah meski jumlahnya tak besar. Jika memungkinkan, hindari utang. Memang ada beberapa pengecualian, seperti mendapatkan hipotek untuk membeli sebuah rumah, tapi secara umum jika kau bisa mencukupi segala kebutuhanmu dengan pendapatanmu, kau akan terhindar dari masalah-masalah utang.

4.Jangan berkompromi dengan keselamatan dirimu.
Jangan membahayakan dirimu sendiri. Kau tidak bisa begitu saja menaruh kepercayaanmu pada orang lain, sampai kau benar-benar sudah mengenali mereka dengan sangat baik. Dan terkadang kau harus menghindari hal-hal yang tampaknya menyenangkan. Jangan pernah meminum minuman alkohol atau mencoba obat-obatan terlarang. Sayangnya di luar sana, ada beberapa orang yang memang punya hati jahat dan alangkah baiknya jika kau tidak coba-coba mengambil risiko yang tak semestinya.

5.Jangan menjalin hubungan dengan pria berkeluarga.
Masih ada begitu banyak pria lajang yang baik di luar sana. Jangan pernah terlibat hubungan spesial dengan seorang pria yang sudah berkeluarga, betapapun menariknya pria itu. Karena semuanya itu hanya akan membuat hatimu sedih.

6.Jangan memberikan upayamu yang tak maksimal.
Kami sangat bangga atas segala pencapaian yang telah kau raih. Seharusnya kau juga merasa bangga pada dirimu sendiri. Tetaplah lakukan yang terbaik dalam segala hal yang kau tekuni. Hanya itu yang bisa diharapkan orang lain darimu.

7.Jangan lupa, orangtuamu mencintaimu.
Apa pun yang terjadi dalam hidup ini, keluargamu tetaplah keluargamu. Apa pun kesulitan yang kau hadapi, kau bisa selalu membicarakannya pada kami dan kami akan mencoba membantumu. Kami selalu bersamamu.

8.Hal yang sangat penting dari semua ini
Jangan lupa, Selalulah ikhtiar. Karena hanya kepadaNya kita meminta dan hanya kepadaNya lah kita memohon perlindungan.

Anakku.
Saat kamu membaca semua pesan ini, mungkin kami sudah sangat jauh dari kamu. Tapi yakinlah nak, kami selalu mendoakan kamu dan kamu selalu di hati kami.

jalur Kereta Api

“Jalur Kereta Api”
Oleh: Prof.K.Suheimi
Sekelompok anak kecil sedang bermain dekat 2 jalur kereta api. Jalur yang pertama adalah jalur yang aktif. Sedangkan jalur kedua adalah jalur yang tidak aktif. Hanya 1 anak yang bermain di jalur yang tidak aktif. Sementara anak2 yang lainnya bermain di jalur yang aktif. Dan tiba – tiba datang kereta api yang melaju dengan kecepatan tinggi di jalur yang aktif…..
Pembaca,,, jika anda berada di depan panel persimpangan pengatur arah kereta api tersebut apa kira – kira yang anda lakukan????
Apakah anda akan memindahkan arah kereta api tersebut ke jalur yang tidak aktif kemudian menyelamatkan sebagian besar anak kecil yang sedang bermain? Namun jika itu yang anda lakukan, anda mengorbankan seorang anak kecil yang sedang bermain di jalur yang tidak aktif…
Atau anda biarkan kereta tersebut tetap di jalur yang seharusnya…
Nah… sebagian besar orang akan memilih untuk memindahkan arah kereta dan hanya mengorbankan 1 jiwa anak kecil. Anda mungkin memiliki pikiran yang sama.. Karena dengan menyelamatkan sebagian besar anak dan hanya kehilangan 1 anak adalah keputusan yang rasional dan dapat disahkan baik secara moral maupun emosional…
Tapi sadarkah kita? Bahwa anak yang memilih untuk bermain di jalur kereta yang tidak aktif berada  di pihak yang benar karena dia memilih untuk bermain di tempat yang aman. Disamping itu, dia harus dikorbankan justru karena kecerobohan teman – temannya. Adilkah ini……??  Hal ini terjadi hampir setiap hari, setiap saat, dikantor, di masyarakat, di dunia politik, dan kehidupan demokrasi. Pihak minoritas harus di korbankan demi kepentingan mayoritas. Tidak peduli betapa cerobohnya pihak mayoritas tersebut