“Jalur Kereta Api”
Oleh: Prof.K.Suheimi
Sekelompok anak kecil sedang bermain dekat 2 jalur kereta api. Jalur
yang pertama adalah jalur yang aktif. Sedangkan jalur kedua adalah jalur
yang tidak aktif. Hanya 1 anak yang bermain di jalur yang tidak aktif.
Sementara anak2 yang lainnya bermain di jalur yang aktif. Dan tiba –
tiba datang kereta api yang melaju dengan kecepatan tinggi di jalur yang
aktif…..Pembaca,,, jika anda berada di depan panel persimpangan pengatur arah kereta api tersebut apa kira – kira yang anda lakukan????
Apakah anda akan memindahkan arah kereta api tersebut ke jalur yang tidak aktif kemudian menyelamatkan sebagian besar anak kecil yang sedang bermain? Namun jika itu yang anda lakukan, anda mengorbankan seorang anak kecil yang sedang bermain di jalur yang tidak aktif…
Atau anda biarkan kereta tersebut tetap di jalur yang seharusnya…
Nah… sebagian besar orang akan memilih untuk memindahkan arah kereta dan hanya mengorbankan 1 jiwa anak kecil. Anda mungkin memiliki pikiran yang sama.. Karena dengan menyelamatkan sebagian besar anak dan hanya kehilangan 1 anak adalah keputusan yang rasional dan dapat disahkan baik secara moral maupun emosional…
Tapi sadarkah kita? Bahwa anak yang memilih untuk bermain di jalur kereta yang tidak aktif berada di pihak yang benar karena dia memilih untuk bermain di tempat yang aman. Disamping itu, dia harus dikorbankan justru karena kecerobohan teman – temannya. Adilkah ini……?? Hal ini terjadi hampir setiap hari, setiap saat, dikantor, di masyarakat, di dunia politik, dan kehidupan demokrasi. Pihak minoritas harus di korbankan demi kepentingan mayoritas. Tidak peduli betapa cerobohnya pihak mayoritas tersebut
Tidak ada komentar:
Posting Komentar