Sabtu, 26 Januari 2013

delapan puluh coret

rel kereta yang kau cemburui kemarin
aku lihat di sini
di sepanjang distrik delapan
di antara lautan manusia bumi


langit sekarang tertutup awan putih
matahari muncul di antaranya
ini musim dingin yang tidak  terlalu dingin
masih   kurasa hangat matahari 

cakap melayu dan amiyah bahkan bahasa lain  terdengar
bisingnya tak elak ku dengar pula
satu persatu pergi
lalu terganti kembali

kubah- kubah dan gedung tinggi yang tertanam
serta pohon-pohon pinggir  jalan 
memanjakan  penglihatan
dan malam bertandang semakin memesona

mata-mata sekelilingku yang menatap
entah apa yang di benak
bibir yang terkunci karena keterasingan dalam ramai
menanti tujuan segera sampai

khayalan ataukah mimpi yang ada di sini
atau mungkin hanya pandangan kosong
tentang jenuh yang ingin tersingkirkan
atau sketsa rencana masa depan

jalanan yang tidak terlalu lengang
aku duduk di samping jendela
ingatku pada saat kemarin bersamamu
dengan tas warna coklat itu

di delapan puluh coret* ku bisikkan harapan
semoga cita-cita baikmu terkabulkan
dan untuk ayah bunda kuiring doa
Allah adalah sebiak-baiknya penjaga dan pemelihara

distrik tujuh terlewat
bandung-sukabumi ku ingat
pandangan   terdiam di mesjid jami
membuka ingatanku tentang pusdai 



* delapan puluh coret itu bis di kairo dengan nomer 80 yang di coret angkanya. bis jurusan sekolah. yang melewati gedung2 al-Azhar. bukan hanya mahasiswa yang jadi penumpang tapi semua lapisan masyarakat. ongkos nya yang murah , sekarang sekitar 1 pound (valas hari ini 1 pound itu 1600 rupiah). beroperasi dari terminal zahra sampai terminal darassa yang memakan waktu sekitar 1 jam.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar