Kekurangan kalium
atau hipokalemia. Nama penyakit yang baru beberapa
minggu kemarin aku dengar dari seorang herbalis yang memeriksaku. Sakit di bagian belakang kepala
dan seringnya kram, konstipasi yang
waktu masih SMA sampai membuatku
tidak bisa melakukan apa-apa, seringnya sesak nafas yang memang itu gejala
dari hipokalemia. Bahkan setelah aku search
di google apa itu hipokalemia dan apa gejalanya, gejalanya memang banyak,
untuk penderita awal tidak diketahui. Karena gejala-gejalanya seperti hal yang biasa.
Beberapa teman sering
mengeluhkan kelemahanku yang tidak selalu semangat, selalu terlihat lemah dan
lemas. Aku sering merenungi sikap mereka itu. Namun, dari yang aku pahami
hipokalemia memang menyebabkan lemas, insomnia atau bahkan
hipersomnia. Aku merasakannya, kelas 3 SMA aku mulai hipersomnia tapi setelah
lulus aku jadi insomnia. Herbalis tadi nanya, suka tidur jam berapa
? refleks aku jawab sebelum subuh karena memang tidak bisa
tidur. Tapi sering juga aku tidur seharian, karena tidak ada kegiatan keluar,
ke sekolah atau acara lainnya. Aku sering cepat lemas, makan semaunya, selera
makan hampir tidak ada, kadang lapar sekali namun setelah makan satu atau dua
suap nasi atau makanan lain rasanya sudah kenyang.
Makanan yang banyak mengandung
kalium di antaranya adalah pisang, kentang, melon, singkong.
Seorang teman bilang aku
sering melamun, ya memang benar. Penderita hipokalemia sering melamun
dan berhalusinasi bahkan bisa jadi depresi.
-Nih aku copas dari blog orang sedikit tentang kalium:
Kalium atau Potassium yang dalam ilmu
kimia punya lambang K dan nomor atom 19 ini,
- merupakan mineral penting yang membantu ginjal berfungsi fisiologis
- elektrolit yang berperan sebagai listrik tubuh bersama dengan natrium,
klorida dan magnesium
- berperan penting menjaga fungsi jantung, otot rangka dan kontraksi otot polos
untuk fungsi pencernaan dan geraknya menjadi baik
Terlalu banyak kalium dalam tubuh dinamakan hiperkalemia,
terlalu sedikit kalium tubuh disebut hipokalemia. Keseimbangan
kalium tubuh dipengaruhi imbang natrium dan magnesium plasma. Misal kebanyakan
natrium pada diet orang barat yang banyak konsumsi garam akan berpengaruh pada
meningkatnya kebutuhan kalium tubuh
Kadar kalium dalam darah orang normal 3,5-5 mEq/liter. Olahragawan
membutuhkan asupan kalium lebih banyak karena banyak mengeluarkan keringat.
Pengguna obat pencahar juga butuh asupan kalium lebih untuk menggantikan kalium
yang keluar akibat proses diuretik. Sebaliknya, orang yang mempunyai penyakit
diabetes dan gagal ginjal disarankan tidak mengasup kalium terlalu banyak. Ini
karena tubuh mereka tidak dapat lagi secara normal memetabolisme mineral ini.
Ginjal juga mengeluarkan banyak kalium pada orang yang mengonsumsi sejumlah
besar kayu manis atau mengunyah tembakau. Kalium bisa hilang lewat air kemih
karena beberapa alasan. Yang paling sering adalah akibat penggunaan obat
diuretik yang menyebabkan ginjal membuang natrium, air, dan kalium dalam jumlah
berlebihan.
Apa akibatnya kalo tubuh kita kekurangan Kalium?
Orang yang kekurangan potasium lebih berisiko terkena penyakit hipertensi, yang
merupakan faktor pemicu penyakit jantung dan stroke.
- Jika kadar kalium dibawah 3,0. Kerjanya tidur terus dan tampak damai.
- Jika kadar kalium dibawah 2,5. Sadar tetapi kondisi tubuh lemas dan malas.
- Jika kadar kalium dibawah 2,0. Kelihatan seperti gejala stroke ringan.
- Jika kadar kalium sudah sangat rendah bisa menyebabkan kematian.
“Tiap-tiap yang berjiwa akan
merasakan mati.” Al ayat Ragaku memang lemah, tapi aku punya
Allah Yang Maha segalanya.Terimakasih untuk orang-orang yang masih
mau berteman denganku, pernah mewarnai kehidupanku. Bahkan saat
penyakit ini makin menggerogoti ragaku.
Untuk kekasihku dan sahabatku dan keluargaku, terimakasih
mau bersabar dengan ketidak warasanku,
sabar untuk tidak menyakitiku.
Kasih, tak mengapa
kau pergi meninggalkan perasaan ini. Kesalahan aku kemarin karena memang beginilah
keadaanku, semoga Allah memberimu pendamping yang lebih kuat, tidak lemah
sepertiku tidak mempunyai penyakit yang hanya akan merepotkanmu.
YA Allah, beri aku kesembuhan.
Jika memang harus mati, pertemukan aku dengan-Mu.
- merupakan mineral penting yang membantu ginjal berfungsi fisiologis
- elektrolit yang berperan sebagai listrik tubuh bersama dengan natrium, klorida dan magnesium
- berperan penting menjaga fungsi jantung, otot rangka dan kontraksi otot polos untuk fungsi pencernaan dan geraknya menjadi baik
Terlalu banyak kalium dalam tubuh dinamakan hiperkalemia, terlalu sedikit kalium tubuh disebut hipokalemia. Keseimbangan kalium tubuh dipengaruhi imbang natrium dan magnesium plasma. Misal kebanyakan natrium pada diet orang barat yang banyak konsumsi garam akan berpengaruh pada meningkatnya kebutuhan kalium tubuh
Kadar kalium dalam darah orang normal 3,5-5 mEq/liter. Olahragawan membutuhkan asupan kalium lebih banyak karena banyak mengeluarkan keringat. Pengguna obat pencahar juga butuh asupan kalium lebih untuk menggantikan kalium yang keluar akibat proses diuretik. Sebaliknya, orang yang mempunyai penyakit diabetes dan gagal ginjal disarankan tidak mengasup kalium terlalu banyak. Ini karena tubuh mereka tidak dapat lagi secara normal memetabolisme mineral ini.
Ginjal juga mengeluarkan banyak kalium pada orang yang mengonsumsi sejumlah besar kayu manis atau mengunyah tembakau. Kalium bisa hilang lewat air kemih karena beberapa alasan. Yang paling sering adalah akibat penggunaan obat diuretik yang menyebabkan ginjal membuang natrium, air, dan kalium dalam jumlah berlebihan.
Apa akibatnya kalo tubuh kita kekurangan Kalium?
Orang yang kekurangan potasium lebih berisiko terkena penyakit hipertensi, yang merupakan faktor pemicu penyakit jantung dan stroke.
- Jika kadar kalium dibawah 3,0. Kerjanya tidur terus dan tampak damai.
- Jika kadar kalium dibawah 2,5. Sadar tetapi kondisi tubuh lemas dan malas.
- Jika kadar kalium dibawah 2,0. Kelihatan seperti gejala stroke ringan.
- Jika kadar kalium sudah sangat rendah bisa menyebabkan kematian.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar