Kuliah terlambat, makan pagi jadi
terlewatkan, di dalam ruangan terkudetanya bertemu seorang penyihir. Dan pandanganku tertuju pada seorang yang menakjubkanku,
yang membuat hatiku berdenyut keras, perut ini pun berdendang kencang seperti gendering
mau perang. Suara tembakan pun menghantui mimpi. Aku mengambil kamera yang
kusimpan di mejaku. Berlari sekuat mungkin melompati ruang dan waktu ke 3000
tahun silam, dan ternyata aku terbangun dari mimpiku. Orang itu aneh bin ajaib,
memiliki suara tanpa ada gambar, kedua lututku bergetar kencang dikarenakan
rasa lapar yang melandaku, cacing di perutku pun mulai berdendang dan membuat
heboh seluruh ruangan perutku. Aku lupa memasak, sehingga tiada makanan hangat
yang bisa aku makan sekarang. Mataku tertuju pada persik merah yang ditawarkan
wanita paruh baya itu, dan aku pun tertawa, ha ha ha.
Ditulis oleh : ka Yunus, ka Fahri, ka Halim, Silvi, Nurmila, Fath, Rofi.
Atas permintaan : Kanda Zami
Pada : hari pertama LMD, Kamis, 3 Oktober 2013
Di bacakan oleh : ka Akmal
*sedikit perubahan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar