Dandelionku
getirku bersama angin mengkhawatirkanmu
saat kumbang itu mendekatimu
langit sembunyikan tangismu dengan hujan
kau bermain ria di sana dengannya di bawah awan hitam
menatapmu dalam dengan sangsi
bersusah payah memanggilmu untuk kembali
meski kau bilang permainanmu akan segera kau usaikan
aku tetap khawatir lukamu merekah
dandelionku…
warna jingga sore mengingatkanku padamu
tanda hari akan segera berganti
kau masih tidak ada di sini
dandelionku..
ku tau kau mampu tetap tegar
dari hantaman cuaca
namun jika sendiri kau rasa
tak kuasa
sampaikan ceritamu pada ilalangmu ini lewat udara yang akan
kuhirup
Kairo, Penghujung Oktober 2012
Tidak ada komentar:
Posting Komentar