Hari selalu cerah saat kau ada
Setidaknya itu yang kurasa
Rupa dan cakapmu
dikagumi banyak orang
Lama kuresapi rasamu
Saat semua menghindar dariku
Perhatianmu datang
menjadi sesuatu yang berharga
Semangatmu memberiku kekuatan baru
Kau memilihkan tempat untukku bersamamu
Bersamanya kita jadi cerita
Namun mereka selalu berusaha memisahkan kita
Kubisa lihat kerlingmu
saat mereka membawamu menjauh
Ta mampu aku mengatakan apa pun saat wajahmu mulai redup
Pergimu tiada ku duga
Kau menghilang tanpa jejak
Sepuluh tahun bukanlah waktu yang singkat bukan ?
Selama itu masih ku simpan namamu
Akankah kau tau?
Air mata selalu lolos keluar saat ku ingat tentang kita
Di mana dirimu ?
Aku ingin jumpa
Masih ingatkah kau akan aku setelah sepuluh tahun ini kita
terpisah ?
Ku selalu berdoa kita bisa bertemu
Walau entah kapan
Walau entah di mana
Oktober 2002 terakhir
kali aku melihatmu saat kelas kita praktek IPA, tepatnya tentang sifat air. Ku sempat punya nomer
telepon rumahmu yang baru, pernah menghubungimu namun kau sedang tidak ada di
rumah. Aku lupa nomernya sekarang. Puisi ini untukmu Gin, di mana pun kau
sekarang semoga Alloh tidak pernah tega membuatu sengsara. Love and miss you….
Tidak ada komentar:
Posting Komentar