Kamis, 29 November 2012

yang buatku jatuh cinta

saat itu tepat 8.47 PM kamis malam tanggal 10 Agustus 2012 atau tanggal 20 Ramadan 1433 H waktu kairo,kami pertama kali keluar dari pesawat yemenia, menghirup udara negeri fir'aun rasanya tak percaya. udara di pesawat yang konstan dibawah suhu kamar kontras dengan udara di luar yang panas, ya waktu itu sedang musim panas. aku, bi Nur, ka Asif, ka inu, teh Huma, ka Ipin berjalan berbarengan ke bandara internasional kairo terminal 1.. kami membeli visa entry sebelum ke tempat migrasi. mengisi data dulu lalu menyerahkan ke petugas migrasi. petugas migrasinnya seorang wanita mesir, kami menunggu sekitar satu jam, setelah ada perbincangan yang cukup alot antara ka Asif dan petugas migrasi akhirnya kami keluar. tapi bibi Nur masih di sana. ada suatu masalah. asalnya dia duluan keluar dari kami, namun karena dia masih menunggu kami entah apa alasannya petugas migrasi memanggilnya. kami di suruh keluar duluan, ka Asif nemenin bibi. tapi kami tidak keluar bandara kami nunggu di ruang tunggu. setelah beberapa menit, atau bahkan setengah jam. kami disuruh keluar, ada temen ka Asif menunggu kami. kami tidak langsung pulang, menunggu kepastian bibi dulu.. namun, kami akhirnya di suruh pulang duluan. kami menuju rumah Temennya bibi.


beberapa hari di sana rasanya kayak di penjara, bibi nemuin kita hari sabtunya. namun sayangnya hari senin dia pergi nemuin majikannya. dan itu hari terakhir ketemu bibi bulan itu. alhamdulillah, hari selasa aku dan teh Huma dapet rumah, saat itu ada mahasiswi yang mau pulang ke indonesia dan lagi butuh orang untuk menggantikannya. alhamdulillah, aku bersyukur banget, dapet rumah dengan cepat. padahal biasanya agak lama.

aku dapet kamar yang paling luas di rumah ini, dan jendela yang langsung menatap jalan raya. ada  lapangan suq sayarat, trus langsung liat tempat ashob, ashob ini dalam bahasa indonesianya sari tebu. hmm, sebenarnya bukan ashob aja yang dijual di sini, ada asyir (jus) yang bermacam-macam juga.  

pertama melihat kairo, sampaah di mana mana. sekarang aku cinta, gudang ilmu yang tiada batas, bahkan di sini lebih banyak peluang untuk belajar. belajar bahasa perancis gratis, belajar seni.

tentang seni, waktu itu aku dan  temen serumahku mengikuti acara di 'rumah budaya Akar' , namannya budaya, di sana bisa belajar budaya indonesia, biola, melukis, dan lainnya. ada sastra juga di sana, dan banyak sastra yang di bukukan.  nah, karena kita anak baru kita kenalan, dan ada orang sukabumi juga yang udah lama di sini, namanya teh Dewi. aku ketemu pertama kali sama mba mei asal jawatimur. 
setelah pertemuan ma teh Dewi itu, besoknnya ada telepon, orang sukabumi minta ketemuan di ashob gami. senengnya .. kirain dari sukabumi kita aja berdua. terimaksih ya Alloh, ada untungnya kami ikut acara di 'rumah budaya akar' itu.

yang aku salut juga, di sini solatnya di mana s  aja. asal bersih. pernah aku liat ada rang yang solat di lapangan suq sayarat, ada yang solat di pinggir pasar, ada  yang solat di tempat ashob malah.. 

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar